“Am I A Bad Person?”

FullSizeRender

“The Beginning”

Beberapa tahun yang lalu akhirnya saya memberanikan diri untuk membuat lukisan di bagian tubuh saya… yang dilakukan pertama kali adalah tentu saja, minta ijin kepada istri tercinta (sebagai seorang suami yang baik). Syukurlah diijinkan. Segera setelah ijin prinsip diterima saya melakukan riset mencari studio dan tattoo artist yang kira kira sesuai, sejalan dan bisa melukiskan segala yang ada di kepala saya.

Banyak browsing website, instagram, pinterest, telepon, visit dan diskusi dengan beberapa teman, akhirnya saya beruntung bisa menemukan sebuah studio tattoo idaman, namanya The Thinking Tree Tattoo. Lokasinya di Gandaria City Apartement, ukurannya tidak terlalu besar tetapi sangat bersih, apik dan menarik. Mullie nama tattoo artist-nya. Waktu itu saya beruntung masih bisa mendapatkan sesi setelah menunggu kurang lebih 3 bulan, sesi kedua harus menunggu 6 bulan dan sesi ketiga 1 tahun kemudian…

Proses diskusinya sangat menyenangkan, dia menunjukan referensi dari berbagai macam buku yang dia simpan di banyak rak dalam studionya, proses free hand sketching langsung ditempat untuk visual yang lebih baik. Setelah direnung – renungkan, jadilah konsep sleeve upper arm black and white with shading agar tampak lebih konservatif.

“The Meaning?”

Tiga buah paku tersebut untuk selalu mengingatkan saya bahwa ada 2 tangan dan 1 kaki berlubang yang menyelamatkan hidup saya; Stormy cloud dengan 12 petir mengingatkan saya bahwa sepanjang tahun dengan kesulitan dan kekuatiran masing masing tetapi diatas semuanya itu saya percaya ada “Higher Authority” yang menjaga hidup saya.

Dua tangan kecil yang berdoa, mengingatkan saya kepada 2 malaikat kecil yang diberikan kepada saya untuk saya didik dan saya jaga. Tulisan diantara kedua tangan itu saya kutip dari buku Mazmur 139, menceritakan kepercayaan saya terhadap konsep predestinasi, dimana segala sesuatu seharusnya sudah digariskan dan ditentukan.

“The Controversy”

leader-of-a-group-with-an-empty-speech-bubble_318-44062

“Sejak kapan jadi anak nakal begini?” – “Kok bisa begitu sih?…. Ngapaiiiiinnnnn?” – “Masa HRD pakai Tattoo?” – “Di kantor nanti gimana kalau orang – orang tau, apa ngga dipikir penjahat?”…

Mendengarkan komentar – komentar seperti itu saya hadapi setiap hari sejak beberapa tahun yang lalu, ada yang langsung diucapkan tetapi banyak juga mungkin yang hanya dipikirkan. Sebagai manusia yang sudah memakai atribut ini saya bisa digolongkan sebagai “minoritas tampilan” – ha ha ha – bagaimana cara merubah opini masyarakat bahwa seorang manusia dengan tattoo mungkin residivis, manusia yang kurang baik, dsb? Jawabannya saya tidak tahu, dan mungkin tidak perlu untuk dirubah, sejalan dengan waktu, mungkin (saya harap) opini ini dapat bergeser sedikit demi sedikit kearah yang saya inginkan.

 

“I have a dream that my four little children will one day live in a nation where they will not be judged by the color of their skin but by the content of their character…”

MLK – 1963

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s